Kamis, 16 Mei 2013

Cerita Senja



Saya pencuri bulan, yang berada diantara fajar dan senja yang tidak mungkin menyatu.

Saya tidak membenci, hanya kerinduan senja kepada fajar yang membuat langit membiru pilu.

Saya mengagumi senja, meskipun kadang sulit memahami arti senyum jingganya.

Senyuman yang mampu membuat langit runtuh, senyuman yang mampu membuat malam terasa lebih teduh.

Bulan bertanya. 'untuk siapa senyum jinggamu itu?' 

Senja berkata. ' untuk sang fajar yang merindukan bidadari pagi'.

Sudah malam, sang fajar sudah tiba di belahan bumi lainnya dan saya masih membicarakan tentang senja.

Senja yang merindukan hangatnya fajar, senja yang sangat ingin menjadi bidadari pagi.

2 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...